Wednesday, October 14, 2020

Gastro Sistem pencernaan (Lambung)


Setiap makanan dan minuman yang Anda konsumsi akan dicerna dalam lambung untuk kemudian disalurkan menjadi energi. Lambung adalah salah satu bagian dari sistem pencernaan, tapi sudahkah Anda tahu apa saja dan fungsi masing-masing bagian lambung manusia? Yuk, simak anatomi lambung manusia berikut ini!

Kenali dulu fungsi lambung pada sistem pencernaan

Lambung adalah organ berbentuk kantong menyerupai huruf J yang terletak di bagian atas perut. Organ pencernaan satu ini dipenuhi oleh otot dan pembuluh darah. Ukuran lambung dapat berubah bentuk mengikuti postur manusia dan seberapa banyak makanan yang ada di dalam lambung pada saat makan.

Nah, sebelum mengulas lebih jauh tentang anatomi lambung manusia, Anda perlu memahami fungsi lambung terlebih dahulu.

Lambung memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

  1. Tempat penyimpanan makanan sementara, setidaknya selama dua jam atau lebih sebelum disalurkan ke organ pencernaan selanjutnya
  2. Memecah dan mengaduk-aduk makanan lewat gerak peristaltik yang dipicu oleh kerja lapisan otot lambung
  3. Mencerna dan menghancurkan makanan dengan bantuan enzim lambung

Seperti apa anatomi lambung manusia?

Lambung manusia terhubung dengan dua saluran di masing-masing ujungnya. Ujung atas lambung terhubung dengan esofagus alias kerongkongan, saluran berbentuk tabung yang menjadi jalur masuk makanan dari mulut. Daerah pertemuan antara esofagus dengan lambung disebut dengan persimpangan gastroesofageal (GE).

Semetara bagian bawah lambung terhubung dengan usus halus, organ berbentuk selang panjang yang menghubungkan lambung dengan usus besar. Ujung pertama dari usus halus disebut dengan duodenum. Duodenum inilah yang secara langsung terhubung dengan lambung.

  1. anatomi lambung

Sumber: www.cancer.ca

Anatomi lambung terbagi menjadi lima bagian, di antaranya:

Kardiak

Kardiak adalah bagian ujung lambung teratas yang berhubungan langsung dengan esofagus. Kardiak menjadi tempat pertama masuknya makanan setelah dari kerongkongan. Pada ujung lambung ini terdapat sfingter kardiak, cincin otot yang berfungsi sebagai klep untuk mencegah makanan yang sudah masuk ke lambung kembali naik ke kerongkongan.

Fundus

Setelah memasuki kardiak, makanan kemudian disalurkan menuju fundus. Fundus adalah area yang berbentuk lengkungan di bagian atas lambung dan terletak di bawah diafragma. Bagian lambung yang satu ini menjadi tempat makanan mulai mengalami proses pencernaan.

Badan lambung

Badan lambung adalah bagian dari anatomi lambung yang paling penting. Pasalnya, badan lambung menjadi tempat makanan dicerna dan diproses menjadi bentuk kecil-kecil dengan bantuan enzim lambung.

Antrum

Antrum adalah bagian terbawah dari lambung, terkadang disebut juga dengan antrum pilorus. Antrum memiliki fungsi sebagai tempat menampung makanan yang sudah dicerna sebelum disalurkan menuju usus halus.

Pilorus

Pilorus adalah anatomi lambung paling akhir yang terhubung langsung dengan usus halus. Pada pilorus terdapat sfingter pilorus, yaitu cincin otot tebal yang berfungsi sebagai katup yang mengatur keluarnya makanan dari lambung menuju duodenum. Sfingter pilorus ini juga berfungsi untuk mencegah makanan yang sudah tersalurkan ke duodenum agar tidak kembali ke lambung.

Lapisan pada dinding lambung

Dilansir dari University of Rochester Medical Center, lambung terdiri dari beberapa lapisan jaringan, di antaranya:

  • Mukosa (selaput lendir), yaitu lapisan terdalam lambung yang bersentuhan langsung dengan makanan di dalam lambung. Ketika perut kosong, mukosa berbentuk seperti gerigi yang terdiri dari rugae (dinding-dinding yang berkerut). Rugae ini akan memipih saat lambung dipenuhi oleh makanan. Lapisan mukosa ini menghasilkan dua zat pencernaan, yaitu asam klorida dan pepsin untuk membantu lambung dalam mencerna makanan.
  • Submukosa, yaitu lapisan lambung yang terdiri dari jaringan ikat. Jaringan ikat tersebut mengandung pembuluh darah, pembuluh getah bening, sel-sel saraf, dan serat tubuh.
  • Muscularis propria (muscularis eksterna), yaitu lapisan lambung yang menutupi submukosa. Muscularis propia terdiri dari tiga lapisan otot sekaligus, di antaranya lapisan otot melingkar, memanjang, dan menyerong yang membantu mencerna makanan dengan enzim pencernaan.
  • Serosa, yaitu lapisan terluar lambung yang berfungsi untuk melindungi lambung dari gesekan dengan organ lainnya.Lapisan serosa disebut juga dengan peritoneum viseral.

Info GASTRO Indobio di http://www.indobio.online/2020/06/b-gastro.html 

#asam lambung,#lambung #lambungbocor

Apa PULMO

Yang dimaksud dengan pulmo adalah istilah anatomi dari paru-paru, organ yang berperan dalam proses respirasi atau pernapasan pada manusia.

Pembahasan

Proses respirasi atau pernapasan pada manusia bergantung pada organ manusian yang bernama pulmo atau yang lebih dikenal sebagai paru-paru. Paru-paru terdiri atas bagian pulmo dextra (paru-paru kanan) dan pulmo sinistra (paru-paru kiri). Paru-paru juga memiliki hubungan dalam sistem peredaran darah (sirkulasi) dan eksresi (pengeluaran zat-zat sisa).

Pulmo atau paru-paru terdiri atas beberapa bagian, antara lain:

  1. Bronkus
  2. Bronkiolus
  3. Alveolus
  4. Pleura
  5. Diafragma
  6. Trakea (tenggorokan)

PARU-PARU adalah organ pernapasan pada manusia.Mengingat fungsinya yang sangat vital maka paru-paru ini digolongkan sebagai organ yang sangat penting bagi makhluk hidup. Secara umum Paru-paru terdiri atas beberapa bagian seperti bronkus, bronkiolus, alveolus, pleura, dan trakea. Adapun fungsinya masing-masing, dijelaskan sebagai berikut.

BRONKUS, adalah bagian cari paru-paru berupa batang bercabang. Bronkus berfungsi menghubungkan paru-paru kanan, paru-paru kiri dan trakea. Selain itu bronkus juga berfungsi membantu mengeluarkan debu juga partikel asing dari paru-paru, memproduksi dahak (mukosa) untuk mencegah radang, berperan membantu paru-paru bernapas cepat saat lelah, sebagai konduktor antara alveolus dan atmosfer dan lain lain.

BRONKIOLUS, merupakan cabang bronkus yang berfungsi sebagai penghubung ke bagian alveolus. Oleh sebab itu, bronliolus juga berfungsi menyalurkan udara yang ada pada bronkus menuju ke alveoli. Bronkus berperan dalam mengontrol jumlah udara yang terdistribusikan lewat paru-paru.

ALVEOLUS, adalah bagian dari paru-paru yang berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran gas yakni oksigen dan karbondioksida. Selain itu, alveolus juga berfungsi sebagai penyimpanan udara untuk sementara waktu.

PLEURA, merupakan selaput yang mengisi rongga paru-paru (dan juga rongga dada). Fungsi dari pleura ini adalah membantu organ paru-paru saat bernapas dengan cara mengurangi gesekan pada saat paru-paru mengembang atau pun mengempes.

TRAKEA, disebut juga dengan tenggorokan. Adapun fungsi dari trakea ini adalah menghubungkan laring dengan bagian bronkus, sebagai saluran pernapasan.

Paru-paru memiliki fungsi, antara lain:

  1. fungsi respirasi yaitu sebagai tempat pertukaran gas oksigen dengan karbon dioksida.
  2. mengendalikan pH darah dengan mengubah tekanan CO₂.
  3. berperan sebagai siliaris eskalator  yang menjaga terjadinya infeksi pernapasan karena masuknya debu dan bakteri yang ada di udara.
  4. reservoir  darah.
  5. melindungi organ hati terhadap goncangan akibat pergerakan tubuh.
  6. mencegah masuknya polutan dalam tubuh manusia.
  7. sebagai penghasil suara vokal dengan bantuan pita suara.

Pelajari lebih lanjut Pulmo Indobio dan Fungsinya di www.indobio.online


 





Tuesday, October 6, 2020

5 Buah yang aman untuk penderita diabetes



1. Strawberry
Buah dengan warna merah yang cantik ini memang memiliki kandungan gula yang sedikit. Akan tetapi buah yang rasanya asam ini justru mengandung banyak antioksidan dan juga tinggi vitamin C. Keduanya dapat membantu tingkatkan metabolisme dan sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat dan bantu turunkan berat badan.

Jika ingin mengonsumsi buah ini, Anda bisa langsung dinikmati dalam keadaan segar atau dicampurkan ke dalam salad untuk menambah rasa. Hindari membuat jus strawberry, karena nantinya Anda akan menambahkan gula ke dalamnya dan ini dapat berakibat terjadinya lonjakan gula darah.

2. Peach
Buah peach mengandung gula yang rendah. Satu buah peach dengan ukuran sedang mengandung gula sekitar 10 gram per buahnya. Tidak hanya mengandung antioksidan, peach juga mengandung serat yang baik untuk menyehatkan serta perbaiki sistem pencernaan. Buah peach juga dapat tingkatkan sistem kekebalan tubuh agar menjaga Anda tetap sehat.

3. Blackberry
Buah yang mirip seperti anggur ini sangat baik dikonsumsi untuk penderita diabetes hingga orang dengan obesitas. Karena dalam 100 gram buah blackberry hanya mengandung sekitar 4-5 gr gula. Buah ini mengandung vitamin K dan mangan yang sangat baik untuk kesehatan mulut.

Jika ingin menikmati blackberry dengan olahan smoothies, Anda dapat memberikan gula khusus diabetes dengan 0 kalori atau cukup menikmatinya dalam keadaan segar.

4. Lemon
Lemon mengandung gula yang rendah. Dalam satu buah lemon mengandung 2 gram gula. Selain itu, lemon juga kaya akan vitamin C dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Rasanya yang asam memang jadi alasan tak semua orang menyukai buah ini. Akan tetapi buah lemon enak dipadu dengan teh hangat atau dijadikan sebagai infused water.

5. Melon
Melon menjadi salah satu buah yang mengandung tinggi air dan juga memberikan efek dingin pada tubuh. Buah melon mengandung 11 gran gula per buahnya. Melon juga mengandung potasium dan juga vitamin K sehingga dapat meningkatkan penurunan berat badan dengan tingkatkan metabolisme Anda dan mengobati gangguan pencernaan.

Lebih enak, buah melon disajikan dalam bentuk potongan. Ini dapat Anda kemas dalam wadah sebagai camilan di kantor atau camilan sebelum makan.

Apapun buah yang anda makan pastikan konsumsi Bio Trend,Bio Fit dan B Diab untuk menjaga kestabilan kadar gula anda..


Kami menyediakan Bio Trend,Bio Fit dan B Diab
Info lebih lanjut hub kami di Kontak :
08563621181 Konsultasi(gratis)




Sunday, September 27, 2020

Gejala Epilepsi atau Ayan, Penyebab dan Faktor Resiko dan Pengobatannya

Epilepsi atau Ayan

Epilepsi atau Ayan
 Epilepsi atau Ayan  adalah penyakit saraf menahun yang menyebabkan kejang-kejang secara berkala. Penyakit ini disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak. Gejala kejang-kejang yang muncul dapat bervariasi. Beberapa orang dengan penyakit epilepsi pada saat mengalami kejang-kejang memiliki pandangan yang kosong. Kejang-kejang ringan membutuhkan pengobatan, karena itu bisa berbahaya bila terjadi ketika melakukan aktivitas seperti menyetir atau berenang.


Pengobatan seperti perawatan medis dan terkadang operasi biasanya berhasil menghilangkan gejala atau mengurangi frekuensi dan intensitas dari kejang-kejang. Pada beberapa anak penderita epilepsi, mereka dapat mengatasi kondisi ini seiring dengan bertambahnya usia.

Baru-baru ini para peneliti menemukan, epilepsi mengganggu fungsi neurologis yang mempengaruhi fungsi sosial dalam otak, sifat yang sama terlihat juga pada penderita autisme. Karakteristik ini termasuk gangguan dalam interaksi sosial dan komunikasi.

Gejala Penyakit Epilepsi atau Ayan


Karena epilepsi disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak, kejang-kejang dapat berdampak pada proses kordinasi otak anda. Kejang-kejang dapat menghasilkan :
  • Kebingungan yang temporer
  • Gerakan menghentak yang tidak terkontrol pada tangan dan kaki
  • Hilang kesadaran secara total

Perbedaan gejala yang terjadi tergantung jenis kejang-kejang. Pada banyak kasus, orang dengan epilepsi akan cenderung memiliki jenis kejang-kejang yang sama setiap waktu, jadi gejala yang terjadi akan sama dari kejadian ke kejadian.

Dokter mengklasifikasikan kejang-kejang secara parsial atau general, berdasarkan bagaimana aktivitas otak yang tidak normal dimulai. Pada beberapa kasus, kejang-kejang dapat dimulai secara parsial dan kemudian menjadi general.

Kejang-kejang parsial (sebagian)
Ketika kejang-kejang muncul sebagai hasil dari aktifitas otak yang tidak normal pada satu bagian otak tersebut, ilmuan menyebutnya kejang-kejang parsial atau sebagian. Kejang-kejang jenis ini terdiri dari dua kategori.

  • Simple partial seizures (kejang-kejang parsial sederhana). Kejang-kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang-kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasaan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.
  • Complex partial seizures (kejang-kejang parsial kompleks). Kejang-kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.

Kejang-kejang general
Kejang-kejang yang melibatkan seluruh bagian otak disebut kejang-kejang general. Empat tipe dari kejang-kejang general adalah:
  • Absence seizures (juga disebut petit mal). Kejang-kejang ini memiliki dikarakteristikan oleh gerakan tubuh yang halus dan mencolok, dan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat.
  • Myoclonic seizures. Kejang-kejang ini biasanya menyebabkan hentakan atau kedutan secara tiba-tiba pada tangan dan kaki.
  • Atonic seizures. Juga dikenal dengan drop attack, kejang-kejang ini menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan tiba-tiba collapse dan terjatuh.
  • Tonic-clonic seizures (juga disebut grand mal). Kejang-kejang yang memiliki intensitas yang paling sering terjadi. Memiliki karakteristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih.

Penyebab & Faktor Risiko


Penyebab Epilepsi


Pengaruh genetik
Beberapa tipe epilepsi menurun pada keluarga, membuatnya seperti ada keterkaitan dengan genetik.

Trauma pada kepala
Kecelakaan mobil atau cedera lain dapat menyebabkan epilepsi.

Penyakit medis
Stroke atau serangan jantung yang menghasilkan kerusakan pada otak dapat juga menyebabkan epilepsi. Stroke adalah penyebab yang paling utama pada kejadian epilepsi terhadap orang yang berusia lebih dari 65 tahun.

Demensia
Menyebabkan epilepsi pada orang tua.

Cedera sebelum melahirkan
Janin rentan terhadap kerusakan otak karena infeksi pada ibu, kurangnya nutrisi atau kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan kelumpuhan otak pada anak. Dua puluh persen kejang-kejang pada anak berhubungan dengan kelumpuhan otak atau tidak normalnya neurological.

Perkembangan penyakit
Epilepsi dapat berhubungan dengan perkembangan penyakit lain, seperti autis dan down syndrome.

Faktor risiko terkena Epilepsi


Faktor yang mungkin dapat meningkatkan risiko epilepsi adalah :

Usia
Epilepsi biasanya terjadi pada masa awal usia anak-anak dan setelah usia 65 tahun, tapi kondisi yang sama dapat terjadi pada usia berapapun.

Jenis kelamin
Lelaki lebih berisiko terkena epilepsi daripada wanita.

Catatan keluarga
Jika anda memiliki catatan epilepsi dalam keluarga, anda mungkin memiliki peningkatan risiko mengalami kejang-kejang.

Cedera kepala
Cedera ini bertanggung jawab pada banyak kasus epilepsi. Anda dapat mengurangi risikonya dengan selalu menggunakan sabuk pengaman ketika mengendarai mobil dan menggunakan helm ketika mengendarai motor, bermain ski, bersepeda atau melakukan aktifitas lain yang berisiko terkena cedera kepala.

Stroke dan penyakit vaskular lain
Ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang memicu epilepsi. Anda dapat mengambil beberapa langkah untuk mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut, termasuk adalah batasi untuk mengkonsumsi alkohol dan hindari rokok, makan makanan yang sehat dan selalu berolahraga.

Infeksi pada otak
Infeksi seperti meningitis, menyebabkan peradangan pada otak atau tulang belakang dan menyebabkan peningkatan risiko terkena epilepsi.

Kejang-kejang berkepanjangan pada saat anak-anak
Demam tinggi pada saat anak-anak dalam waktu yang lama terkadang dikaitkan dengan kejang-kejang untuk waktu yang lama dan epilepsi pada saat nanti. Khususnya untuk mereka dengan catatan sejarah keluarga dengan epilepsi.

semoga dengan mengetahui gejala-gejala epilepsi kita bisa mengambil langkah antisipasi sebelum penyakit ini berkembang menjadi lebih serius. Semoga bermanfaat dan jagalah selalu kesehatan Anda.

Pengobatan 
Konsumsi BTumere ,BAlzheim,Bimune,Btrend,Biofit