Wednesday, October 14, 2015

Batu Ginjal dan Probiotik

Ada sejumlah bakteri selama ini juga dikenal memberi manfaat bagi tubuh atau dikenal dengan sebutan probiotik. Sebuah penelitian terbaru di Amerika tentang bakteri probiotik mengungkapkan, bahwa jenis bakteri ini juga berpotensi menurunkan risiko seseorang mengidap batu ginjal.

Penelitian yang dipublikasikan dalam edisi terbaru Jurnal The American Society of Nephrology itu menyebutkan bahwa jika seseorang yang dalam ususnya memiliki bakteri Oxalobacter formigenes dalam jumlah besar, maka ia dapat terhindar dari risiko penyakit batu ginjal hingga 70 persen. Selain Oxalobacter formigenes, selama ini dari sekian banyak bakteri probiotik yang terkenal adalah Lactobacillus atau Bifidobacterium.

''Temuan kami ini memiliki potensi sangat penting dari segi klinis. Kemungkinannya untuk menggunakan bakteri sebagai probiotik memang masih dalam tahap awal investigasi,'' ujar ahli kedokteran dari Universitas Boston Prof David Kaufman, seperti dilansir BBC Ahad (9/3).


Menurut Kaufman, dengan hasil temuan tersebut para peneliti di Universitas Boston saat ini sedang berupaya mengembangkan metode untuk memanfaatkan bakteri itu sebagai pengobatan probiotik. ''Bakteri Oxalobacter formigenes diprediksi mampu menghancurkan oksalat dalam saluran pencernaan atau usus dan jumlahnya bisa mencapai miliaran pada orang dewasa normal,'' jelasnya.

Para ahli dari Universitas Boston itu melakukan riset dengan cara membandingkan 247 pasien yang mengalami batu ginjal kambuhan dengan 259 partisipan lain yang tidak memiliki batu ginjal. Hasil riset menunjukkan bahwa hanya 17 persen dari kelompok pengidap batu ginjal yang ususnya dihuni bakteri Oxalobacter formigenes dalam jumlah banyak, sedangkan persentase pada kelompok sehat mencapai 38 persen.

Sementara itu, Derek Machin direktur Urologi University Hospital Aintree berpendapat, hasil penelitian tersebut akan membuka jalan bagi ditemukannya pengobatan efektif bagi batu ginjal kambuhan. Namun demikian, ia menyatakan penelitian secara klinis perlu dilakukan lebih lanjut sebelum bekteri ini benar-benar dapat digunakan sebagai probiotik.

Menurut Machin, batu ginjal sering dikaitkan dengan dehidrasi dan kasusnya lebih banyak terjadi di negara-negara beriklim kering dan panas seperti Timur Tengah. Batu ginjal juga berhubungan dengan tingginya pengeluaran atau ekskresi kalsium. Namun pada banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui dengan jelas. ''Untuk banyak orang seperti seorang pilot, batu ginjal dapat menjadi masalah yang berkepanjangan. Di beberapa kasus, batu ginjal dapat menghancurkan fungsi ginjal sebelum sempat diidentifikasi,'' jelasnya.

Lebih jauh Machin mengatakan, perawatan terhadap gangguan batu ginjal berukuran besar biasanya dilakukan dengan menggunakan gelombang kejut. Tapi, cara ini ternyata tidak selalu efektif menuntaskan gangguan. Pasalnya menghancurkan batu ginjal melalui gelombang kejut di saluran kemih biasanya menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Batu ginjal merupakan benda yang terbentuk dalam organ akibat pengendapan kotoran atau zat buangan dalam urine. Biasanya, ukuran batu ini bervariasi mulai dari sebesar pasir hingga permata. Teksturnya pun ada yang kasar bergerigi atau bahkan halus. Sedangkan warnanya ada yang kuning atau coklat.

Bila batu terbentuk dalam ginjal seseorang, batu tersebut bisa bergerak dan menyusuri bagian lain dari sistem urine. Batu ini lalu menghambat aliran urine dan menyebabkan infeksi serta rasa sakit yang begitu hebat atau bahkan dapat menimbulkan gagal ginjal.

Pembentukan batu ginjal biasanya terjadi pada pria atau wanita di usia 20 hingga 40 tahun. Hampir 80 persen kasus batu ginjal kebanyakan dipengaruhi oleh senyawa yang disebut kalsium oksalat.

Selama ini pencegahan batu ginjal bisa dilakukan dengan meminum banyak cairan untuk meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. Jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera.

Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran satu centimeter atau kurang sering kali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy/ ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih.

Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih.



Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini telah dikembangkan pangan fungsional yang menggunakan mikroorganisme dalam makanan. Dan hasil penelitian di bidang pangan fungsional yang berkembang pesat saat ini adalah berupa kombinasi antara probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah bakteri hidup dalam makanan yang apabila dimakan dapat menjaga keseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan. Dalam arti lain, probiotik ini merupakan jenis pangan dengan kandungan bakteri hidup yang tahan melewati rintangan fisik dan kimia dalam saluran pencernaan. Bakteri yang dititipkan dalam pangan ini kemudian aktif berbiak, membentuk koloni yang melapisi bagian dalam usus. Adapun jenis pangan fungsional probiotik yang telah dikembangkan adalah minuman probiotik.

Bifidobacterium atau lebih lengkapnya dari jenis bakteri bifidobacterium animalis DN-173010 dapat menghasilkan probiotik, atau di kalangan awam lazim disebut dengan bakteri ‘baik’. Terbukti berdasarkan pemantauan ilmiah, bifidobacterium mampu mencegah penyakit diare dengan mempengaruhi sistem imun dan ketahanan terhadap kolonisasi perkembangabiakan bakteri tidak menguntungkan yakni patogen.
Pada dasarnya jumlah bakteri baik dan jahat didalam tubuh bentuknya berimbang. Lantaran itu perlu direkayasa agar jumlah bakteri baik dapat berjumlah lebih banyak, sehingga dapat lebih dominan dalam tubuh.
Umumnya bakteri dapat hidup selama dua hari, untuk kemudian meregenarisasi. Dengan demikian bifidobacterium dapat bekerja, jika jumlahnya paling sedikit terdapat satu juta bakteri dalam usus besar, atau dalam standar badan kesehatan dunia WHO di syaratkan minimal dalam mikroflora usus 106-106 koloni/mL bakteri hidup. Padahal seiring dengan aktivitas tubuh seperti buang air besar atau buang air kecil, bakteri ‘baik’ tersebut juga turut terbuang. Dengan demikian perlu adanya asupan yang cukup, agar jumlah bifidobacterium terjaga secara ideal.
.


Ikhtisar:
- Selain Oxalobacter formigenes, selama ini dari sekian banyak bakteri probiotik, yang terkenal adalah Lactobacillus atau Bifidobacterium.
- Bakteri Oxalobacter formigenes diprediksi mampu menghancurkan oksalat dalam saluran pencernaan atau usus dan jumlahnya bisa mencapai miliaran pada orang dewasa normal.