Wednesday, October 14, 2015

Mengenali Ciri- Ciri Anak Autis Sejak Dini

Setiap orang tua pastinya menginginkan buah hatinya tumbuh menjadi seorang anak yang normal, cerdas, aktif dan tentunya sehat. Akan tetapi ada juga orang tua yang memiliki masalah serius terhadap perkembangan dan pertumbuhan buah hati mereka. Selain masalah kesehatan, ada juga seseorang yang mengalami masalah mental atau psikologis salah satunya yaitu autis. Autis merupakan gangguan psikologis yang biasanya akan menyerang balita sebelum usia 3 tahun. Autis yang terjadi pada seseorang akan mempengaruhi perilaku dan komunikasi pada anak.


Pada umumnya seseorang yang mengalami autis akan mengalami efek pada sistem kekebalan tubuh, syaraf dan pencernaan. Sebelum hal ini terjadi pada buah hati Anda, sebaiknya Anda mulai mengetahui apa saja ciri-ciri anak autis sejak dini. Hal ini bertujuan agar untuk mencegah sesuatu yang lebih parah ataupun sesuatu yang tidak diinginkan. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya!
Ciri-ciri anak autis yang harus Anda ketahui
Gangguan berbicara
Ciri anak autis yang pertama adalah gangguan saat berbicara. Hingga saat ini, tercatat ada 40% anak-anak yang menderita autis mengalami gangguan pada kemampuan berbicara atau hanya dapat mengucapkan satu hingga dua kata saja. Akan tetapi pada saat usia 12 hingga 18 bulan sekitar 30% kemampuan tersebut akan hilang. Saat berbicara, intonasi seorang anak autis pun terlihat datar dan terkesan formal. Tak hanya itu saja, mereka juga sangat senang untuk mengulang kata beberapa kali. Kondisi ini lebih dikenal sebagai echolalia1.
Gangguan pada kemampuan sosial
Seseorang yang mengalami autis pada tingkat ringan, biasanya ciri yang sering muncul adalah ia merasa seperti orang asing saat berkumpul bersama dan canggung atau enggan berbicara terhadap orang lain. Akan tetapi jika seseorang sudah mengalami autis pada tingkat hiperaktif biasanya ia tidak akan mau berinteraksi dengan orang lain, menghindari kontak mata dan sangat sulit berbagai mainan, meskipun mainan tersebut hanya dapat dilakukan jika bersama-sama.

Perkembangan dan pertumbuhan tidak seimbang
Ciri-ciri anak autis selanjutnya adalah pertumbuhan tidak seimbang. Pertumbuhan dan perkembangan seseorang biasanya bersifat selaras dan juga seimbang. Akan tetapi berbeda dengan anak yang menderita autis. Anak autis cenderung memiliki kemampuan yang tidak seimbang. Sebagai contoh adalah anak autis akan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam kognifit, akan tetapi mereka pun akan mengalami perkembangan yang sangat lambat terhadap kemampuan berbicara.
Kesulitan dalam berempati
Selain itu, anak yang menderita autis juga sangat sulit untuk berempati atau sulit untuk memahami perasaan orang lain. Anak autis lebih sering membicarakan diri sendiri. Untungnya hal ini dapat dilatih dengan cara mengingatkan mereka selalu peduli terhadap sesama dan selalu belajar untuk mementingkan perasaan orang lain.