Tuesday, May 21, 2019

5 Gula pengganti bagi penderita Diabetes

Berbagai pengganti gula untuk diabetes
Ada berbagai jenis pengganti gula untuk diabetes. Pasalnya, beda produk pemanis buatan, beda pula sifat dan kandungannya. Anda perlu mencermati jenis-jenis pemanis buatan yang ditawarkan di pasaran. Simak informasi lengkapnya berikut ini.

1. GulaPro
Gula pro adalah gula probiotik yang Terbuat dari sari batang tebu pilihan yang di padu dengan mikrobakteri super yang di formulasikan untuk membantu kesehatan anda. Apakah aman untuk penderita DM(Diabetes Melitus) ? Justru ini utk penderita DM, probiotiknya bekerja utk menyelamatkan organ pankreas sementara gulanya menjaga di ambang normal sehingga energinya tetep baik dan tdk drop sewaktu diberikan terapi.

2. Sakarin
Sakarin adalah pelopor pemanis buatan yang sudah dikenal sejak seabad lalu. Pemanis buatan ini rasanya 300-500 kali lebih manis dari gula biasa. Perlu diperhatikan, akhir-akhir ini mulai banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa mengonsumsi sakarin bisa menimbulkan efek samping yaitu kelebihan berat badan. Namun, sejauh ini penggunaan sakarin dalam takaran yang wajar masih diperbolehkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

3. Stevia
Stevia adalah pendatang baru dalam kelompok pengganti gula untuk diabetes. Pemanis buatan ini diekstrak dari tanaman stevia yang tumbuh di negara-negara beriklim tropis dan subtropis, salah satunya Indonesia. Maka, tak heran jika Anda bisa menemukan berbagai produk pemanis dari stevia. Pemanis stevia bebas kalori dan gula sehingga aman bagi penderita diabetes.

4. Aspartam
Pemanis buatan aspartam, kalorinya sangat rendah dan bebas gula. Namun, rasanya 200 kali lebih manis dari gula biasa. Akan tetapi, BPOM mengingatkan orang yang mengidap atau berisiko diabetes tidak mengonsumsi aspartam secara berlebihan. Anda sebaiknya tetap menjaga konsumsi pemanis buatan dalam jumlah yang terbatas, yaitu 50 miligram per kilogram berat badan Anda. Maksudnya kalau berat badan Anda 50 kilogram, dalam sehari Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi lebih dari 2.500 miligram atau 2,5 gram aspartam.

5. Asesulfam kalium
Salah satu jenis pemanis buatan yang sering ditambahkan dalam produk makanan dan minuman kemasan di Indonesia yaitu asesulfam kalium atau asesulfam-k. Menurut anjuran BPOM, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi asesulfam-k lebih dari 15 miligram per kilogram berat badan. Jika berat badan Anda 50 kilogram, hindari konsumsi pemanis buatan ini lebih dari 750 miligram per hari.

6. Sukralosa
Sukralosa adalah jenis pemanis buatan yang rasanya kira-kira 600 kali lebih manis dari gula biasa. Namun, jangan khawatir karena hanya sedikit sekali kandungan sukralosa yang akan diserap oleh tubuh Anda.

Kami menyediakan GULAPRO
Info lebih lanjut hub kami di Kontak :


08563621181 Konsultasi(gratis)